Perkembangan Alokasi Anggaran pada Output K/L

Rincian Perkembangan Alokasi Anggaran pada Output K/L TA 2022  yang mendukung penurunan stunting berdasarkan jenis intervensi direkap dari 3 laporan yang diperoleh diawal semester I, antara lain:

  1. Ringkasan Output Kementerian/Lembaga yang Mendukung Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2020-2022
  2. Laporan Pemantauan Kinerja Anggaran dan Pembangunan Program Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Semester I Tahun Anggaran 2020-2021
  3. Laporan Pemantauan Kinerja Anggaran dan Pembangunan Program Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2020-2021

Perkembangan Penandaan (Tagging) Anggaran Stunting TA 2020–2025

Berdasarkan data Rencana Kerja Anggaran Pembangunan Bappenas yang diolah, tren alokasi anggaran yang tertagging untuk percepatan penurunan stunting—yang mencakup intervensi sensitif, spesifik, dan dukungan—mengalami dinamika fluktuatif dari tahun ke tahun:

- TA 2020: Total anggaran tercatat sebesar 27,5 T, dengan mayoritas dialokasikan pada intervensi sensitif (90,50%), disusul intervensi spesifik (6,50%), dan dukungan (3,00%).

- TA 2021: Mengalami kenaikan signifikan menjadi 35,4 T. Dominasi intervensi sensitif meningkat menjadi 92,20%, sementara intervensi spesifik berada di angka 6,70% dan dukungan turun menjadi 1,10%.

- TA 2022: Total anggaran tertagging sedikit menurun menjadi 34,2 T (berkurang sekitar 1,2 T dari tahun sebelumnya). Pada tahun ini, porsi intervensi sensitif turun menjadi 85,00%, namun terjadi kenaikan pada intervensi spesifik menjadi 12,00% dan anggaran dukungan naik menjadi 3,00%. Pada tingkat operasional, hasil identifikasi ini menghasilkan 123 KRO/RO di berbagai K/L yang mendukung program stunting.

- TA 2023 & TA 2024: Anggaran bergerak stabil di kisaran 30,0 T (TA 2023) dan 30,3 T (TA 2024). Komposisi intervensi sensitif bertahan kuat di angka 89,00% dan 88,70%, intervensi spesifik berkisar antara 7,00% - 8,70%, sedangkan intervensi dukungan berada di 4,00% dan 2,60%.

- TA 2025: Pada tahun anggaran terbaru, total pagu tertagging naik kembali menjadi 32,8 T. Terjadi pergeseran proporsi yang cukup kontras, di mana porsi intervensi sensitif tercatat sebesar 64,12%, intervensi spesifik mengambil porsi 35,64%, dan intervensi dukungan tercatat minimalis sebesar 0,24%.

 

Perkembangan Belanja K/L yang mendukung Penurunan Stunting
TA 2020-2021

Setiap tahunnya, hasil pemantauan perkembangan belanja K/L yang mendukung penurunan stunting dilaporkan di semester I dan akhir tahun. Berdasarkan laporan semester I tahun 2021, terindikasi ada capaian penyerapan sebesar 31,7T dari pagu belanja 19 K/L. Hasil analisis lanjutan menunjukkan adanya sedikit penurunan proporsi belanja untuk intervensi spesifik dari 6,5% di TA 2020 menjadi 6% di TA 2020. Pada kegiatan yang diklasifiksikan sebagai dukungan dalam penurunan stunting juga mengalami penurunan sebesar 2% jika dibandingkan tahun 2020 sebesar 3% seperti yang diilustrasikan dalam grafik di bawah ini. Intervensi sensitif mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari 90,5% pada 2020, pada 2021 ini pagu revisi menunjukkan kenaikan sebesar 93%.

 

Realisasi Belanja K/L yang mendukung Penurunan Stunting
TA 2020-2021 (Akhir Tahun)

Berdasarkan laporan tahunan TA 2021, terindikasi ada perkembangan realisasi belanja sebesar 30,6 T dari pagu belanja 19 K/L. Realisasi belanja dalam penurunan stunting ini mengalami penurunan dibanding realisasi pada 2020 sebesar 48,4T. Hasil analisis lanjutan juga menunjukkan bahwa proporsi belanja intervensi spesifik mengalami sedikit penurunan proporsi belanja dari 6,5% di TA 2020 menjadi 6% di TA 2020. Pada kegiatan yang diklasifiksikan sebagai dukungan dalam penurunan stunting juga mengalami penurunan sebesar 2% jika dibandingkan tahun 2020 sebesar 3%. Intervensi sensitif mengalami kenaikan proporsi yang cukup signifikan dari 90,5% pada 2020, pada 2021 ini pagu revisi menunjukkan kenaikan sebesar 93% meskipun secara nomimal mengalami penurunan.

 

Perkembangan Jumlah Output yang Mendukung Penurunan Stunting
dari TA 2019-2024

Hasil perbandingan antar tahun menunjukkan fluktuasi jumlah Rincian Output (RO) yang mendukung penurunan stunting dalam periode 2019 hingga 2024. Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 98 output, yang kemudian mengalami sedikit penurunan menjadi 86 output pada tahun 2020. Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2021 dengan total 231 output, sebelum kembali menurun menjadi 178 output pada tahun 2022. Tren berlanjut dengan peningkatan kembali pada tahun 2023 menjadi 193 output, dan pada tahun 2024 tercatat sebanyak 158 output.

Secara rinci, komposisi output tersebut terbagi ke dalam kategori Dukungan, Sensitif, dan Spesifik dengan distribusi yang bervariasi setiap tahunnya. Rincian perkembangan jumlah output per kategori dapat dilihat pada grafik di atas.

Lebih rinci, profil jumlah output per Kementerian/Lembaga (K/L) dapat dilihat pada tabel disawah ini. Berdasarkan data agregat dari tahun 2019-2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tercatat sebagai K/L dengan jumlah output terbanyak, yakni mencapai 548 output yang mencakup intervensi spesifik, sensitif, dan dukungan. Posisi selanjutnya diikuti oleh BKKBN dengan total 124 output. Secara keseluruhan, data ini menggambarkan distribusi peran lintas sektor dalam mendukung penurunan stunting, di mana Kemenkes memegang peranan utama dalam pengelolaan intervensi gizi spesifik maupun sensitif.

Rincian perkembangan alokasi anggaran pada output K/L TA 2019-2021 yang mendukung penurunan stunting berdasarkan jenis intervensi dapat dilihat dalam table di bawah ini.