Perkembangan Alokasi Anggaran pada Output K/L

Rincian Perkembangan Alokasi Anggaran pada Output K/L TA 2021  yang mendukung penurunan stunting berdasarkan jenis intervensi direkap dari 3 laporan yang diperoleh diawal semester I, antara lain:

  1. Ringkasan Output Kementerian/Lembaga yang Mendukung Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2019-2021
  2. Laporan Pemantauan Kinerja Anggaran dan Pembangunan Program Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Semester I Tahun Anggaran 2019-2020
  3. Laporan Pemantauan Kinerja Anggaran dan Pembangunan Program Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2019-2020

Perkembangan Penandaan (tagging) TA 2019-2021

1.      Laporan penandaan (tagging) TA 2019

Terdapat 18 K/L yang memiliki output pada upaya percepatan penurunan stunting dengan alokasi anggaran sebesar 29 T yang terdiri dari 97 output. 29 T terbagi menjadi intervensi spesifik sebesar 3,7 T dan intervensi sensitif 24.3 T dan pendampingan koordinasi-dukungan tekhnis sebesar 1 T.

 

2.     Laporan penandaan (tagging) TA 2020

Terdapat 20 K/L yang mendukung penurunan stunting dengan 86 Output yang dilakukan guna merumuskan perbaikan program dan kegiatan untuk tahun-tahun mendatang. Sampai akhir 2020, terdapat 68 output atau 79,1 persen telah dilakukan penandaan tematik stunting melalui sistem RKA K/L.

Tingkat kepatuhan penandaan tematik stunting meningkat dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 41,8 persen. Peningkatan ini dilakukan melalui pertemuan koordinasi revisi penandaan tematik stunting oleh K/L bersama mitra K/L di DJA, Kemenkeu dan KemenPPN/Bappenas.

 

3.      Laporan penandaan (tagging) TA 2021

Jika di tahun 2020 ada 20 K/L yang di-tagging anggarannya, maka di tahun 2021 proses tagging dilakukan terhadap anggaran 19 K/L. Dari hasil identifikasi awal, ada peningkatan jumlah anggaran dari 27.5 T di tahun anggaran 2020 menjadi 35,3 T di tahun 2021. Sedangkan untuk identifikasi di level KRO dan RO pada tahun 2021 menghasilkan 220 KRO/RO yang mendukung upaya percepatan penurunan stunting. Terjadi peningkatan kepatuhan penandaan tematik stunting di tahun 2021 diindikasikan dengan adanya peningkatan jumlah RO yang ter-tagging dari 74% di tahun 2020 menjadi 92% di tahun 2021.

Terkait dengan intervensi gizi sensitif, terjadi kenaikan persentase anggaran dari 91% di tahun 2020 menjadi 92% di tahun 2021. Hal ini dikarenakan adanya perubahan kebijakan RSPP (Re-design Sistem Perencanaan Penganggaran) serta dampak adanya situasi pandemik C-19 yang masih berlanjut sehingga mempengaruhi cara kerja K/L dalam menyusun perencanaan penganggaran serta dalam melakukan penandaan tematik stunting. Dengan adanya penguatan pemantauan alokasi dan realisasi anggaran pada lokpri, dukungan terhadap realisasi aksi konvergensi, dan upaya pencapaian target pembangunan maka ditetapkanlah RSPP. Hasil penandaan secara mandiri oleh masing-masing K/L dianalisa lebih lanjut oleh Bappenas dan Kemenkeu bersama K/L terkait.

 

Perkembangan Belanja K/L yang mendukung Penurunan Stunting
TA 2019-2020

Setiap tahunnya, hasil pemantauan perkembangan belanja K/L yang mendukung penurunan stunting dilaporkan di semester I dan akhir tahun. Berdasarkan laporan semester I tahun 2019, terindikasi ada capaian penyerapan sebesar 29,0 T dari pagu belanja 18 K/L. Sementara, nilai capaian penyerapan ini menurun menjadi 21,7 T dari pagu belanja 20 K/L berdasarkan laporan semester I tahun 2020. Hasil analisis lanjutan menunjukkan adanya penurunan proporsi belanja untuk intervensi spesifik dari 12,6% di TA 2019 menjadi 6,5% di TA 2020 seperti yang diilustrasikan dalam grafik di bawah ini.

 

Realisasi Belanja K/L yang mendukung Penurunan Stunting
TA 2019-2020 (Akhir Tahun)

Berdasarkan laporan tahunan TA 2019, terindikasi ada perkembangan realisasi belanja sebesar 29,2 T dari pagu belanja 18 K/L. Sementara, nilai capaian penyerapan ini naik hampir 2 kali lipat menjadi 48,4 T dari pagu belanja 20 K/L berdasarkan laporan tahunan TA 2020. Hasil analisis lanjutan tetap menunjukkan adanya penurunan proporsi belanja untuk intervensi spesifik dari 12,6% di TA 2019 menjadi 6,5% di TA 2020 seperti yang diilustrasikan dalam grafik di bawah ini.

 

Perkembangan Jumlah Output yang Mendukung Penurunan Stunting
dari TA 2019-2021

Hasil perbandingan antar tahun menunjukkan perkembangan jumlah output yang signifikan untuk mendukung penurunan stunting dari 40 output di awal tahun 2019 menjadi 86 output di awal tahun 2020 dan bahkan meningkat lagi menjadi 220 output di awal tahun 2021. Peningkatan tajam jumlah output juga terlihat dari semester I tahun  2020 ke semester I tahun  2021 dari 86 output ke 224 output.

 

Lebih rinci perkembangan jumlah output per K/L dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Secara umum perkembangan jumlah output tidak mengalami perubahan signifikan dari semester I sampai akhir tahun. Perkembangan jumlah output lebih banyak berubah dari awal tahun ke semester I. Adapun K/L dengan jumlah output terbanyak ada di Kementerian Kesehatan sebagai pengelola semua intervensi gizi spesifik.

Rincian perkembangan alokasi anggaran pada output K/L TA 2019-2021 yang mendukung penurunan stunting berdasarkan jenis intervensi dapat dilihat dalam table di bawah ini.