Indonesia mencatatkan kemajuan signifikan dalam upaya menekan angka anemia pada ibu hamil selama lima tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, prevalensi anemia yang pada tahun 2018 mencapai 48,90% (Riskesdas), berhasil diturunkan menjadi 27,70% pada tahun 2023 menurut Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Penurunan sebesar 21,2 poin persentase ini menunjukkan efektivitas program intervensi gizi dan kesehatan yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam meningkatkan kualitas hidup ibu dan calon bayi.
Meskipun menunjukkan tren positif yang menggembirakan, angka 27,70% masih memerlukan perhatian serius dan kerja kolaboratif dari seluruh pihak untuk mencapai target kesehatan nasional. Fokus utama ke depan adalah memastikan ketersediaan data yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang guna mengisi celah informasi (N/A) serta memperkuat edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Upaya konsisten ini sangat krusial demi mencegah risiko stunting serta komplikasi kehamilan bagi para ibu di seluruh Indonesia.